Tes Psikologi, Masih Relevankah Dalam Proses Rekrutmen?

Melihat 0 pertalian (thread) balasan
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
    • #1041
      Fandi Destanto
      Keymaster

      Tes psikologi bukanlah hal baru. Tes tersebut telah digunakan dalam proses seleksi karyawan sejak Perang Dunia I.

      Tujuan perusahaan menggunakan tes psikologi antara lain untuk mengetahui kemampuan kandidat, mengenal kepribadian kandidat, hingga memprediksi kinerjanya.

      Alhasil perusahaan mendapatkan kandidat yang terbaik yang sesuai dengan kualifikasi. Efek jangka panjang, hal tersebut meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi turnover.

      Apakah Tes Psikologi Masih Relevan?
      Apakah tes psikologi masih relevan saat ini? Apakah tes psikologi membantu perusahaan dalam memilih kandidat paling tepat? Jawabannya tak sesederhana ‘Ya atau tidak”.

      Dari sudut pandang pemberi kerja atau perusahaan, tes psikologi dalam proses rekrutmen akan menjadi tambahan informasi mengenai kandidat.

      Sedangkan dari sisi kandidat, tes ini memberikan tantangan cukup serius. Ada yang menganggap, jika hasil tes jelek, maka mereka tidak akan diterima di perusahaan tersebut.

      Sebagai penyaring
      Padahal tak banyak perusahaan yang memberikan bobot besar pada tes psikologi dalam proses rekrutmen. Hal itu dikatakan oleh Audi Lumbantoruan, praktisi career development.

      Ia mengatakan tes psikologi harus dilalui oleh kandidat. Meskipun perusahaan jarang sekali menggunakan hasil tes sebagai pertimbangan utama dalam menerima karyawan.

      Tes psikologi hanya menjadi salah satu media penyaring atau screening saat tahap awal rekrutmen. Terutama jika perusahaan memiliki banyak pelamar. Pertimbangan penerimaan ada pada proses interview dengan user.

      Memahami kepribadian kandidat
      Tes psikologi tak sekadar tes kepribadian saja. Tes tersebut memiliki kelebihan, yakni perusahaan dapat memahami kepribadian kandidat.

      Seperti si A ekstrovert, si B introvert, bagaimana mereka menyelesaikan masalah, bagaimana cara mereka berinteraksi dengan sesama, apa saja kelebihan dan kekurangannya, dan lainnya. Sehingga HR dan user dapat memilih kandidat yang sesuai dengan budaya perusahaan.

      Kekurangannya adalah ketikan kandidat menjawab menurut “keinginan sosial”, bukan berdasarkan diri sendiri. Misal ia memilih jawaban yang menentukan ia adalah ekstrovert, karena orang ekstrovert dianggap lebih baik di perusahaan jasa atau pelayanan.

      Pada akhirnya, tes psikologi masih relevan atau tidak, kembali pada tujuan perusahaan. Relevan, jika perusahaan ingin melakukan screening. Tidak relevan, jika perusahaan fokus pada keterampilan kandidat.

Melihat 0 pertalian (thread) balasan
  • Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.
Back to top button